Minggu, 08 April 2012

Pengertian tawaduk

Tawaduk adalah lawan kata dari takabur (sombong). Tawaduk mempunyai arti kerelaan manusia terhadap kedudukan yang lebih rendah, atau rendah hati terhadap orang yang beriman, atau mau menerima kebenaran apapun bentuknya dan dari siapa pun asalnya.

Tawaduk adalah salah satu akhlak mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya. Rasullulah saw. Bersabda :

Artinya : "Barangsiapa yang bersikap tawaduk karena mencari rida Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barangsiapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya. Ia mengaggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi" (H.R Al-Baihaqi dari Ibnu Umar r.a.)


 

Seseorang belum dikatakan tawaduk kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadukannya dan begitu juga sebaliknya.

Apabila dala tawaduk seseorang akan memperoleh derajat yang tinggi,maka sebaliknya, dengan keseombongan seseorang akan terhalang masuk surga.

Rasullulah saw bersabda :

Artinya :"Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat kesombongan, walaupun hanya seberat biji sawi ". (H.R Muslim).


 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh sifat tawaduk..

Diantaranya :

  1. Mengenal Allah swt
  2. Mengenal diri sendiri
  3. Mengenal aib dan kekurangan diri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar